Vebee’s Blog

Gangguan Hipertensi Dalam Kehamilan

Posted on: May 26, 2009

koDefinisi Setiap bentuk hipertensi awitan baru yang muncul dalam kehamilan   Klasifikasi Diagnosa

  1. Gestasional hipertensi

-         Tekanan darah ¡Ý 140/90 mm Hg untuk pertama kali selama hamil -         Tidak ada proteinuria -         Tekanan darah kembali ke normal < 12 minggu postpartum -         Diagnosa akhir dibuat postpartum -         Mungkin memperlihatkan tanda-tanda lain preeklampsia, misalnya nyeri    epigastrium

  1. Pre eklampsia

a.  Kriteria minimal: -         TD ¡Ý 140/90 mmHg setelah gestasi 20 minggu -         Proteinuria ¡Ý 300 mg/24 jam atau ¡Ý 1+ pada dipstick       b. Peningkatan kepastian Pre eklampsia -         TD ¡Ý160/110 mmHg -         Proteinuria 2 gram/ 24 jam atau ¡Ý 2+ pada dipstik -         Kreatinin serum > 1,2 mg/dl kecuali diketahui telah meningkat sebelumnya -         Trombosit < 100000/mm3 -         Hemolisis mikroangiopatik -         Peningkatan ALT/AST -         Nyeri kepala menetap atau gangguan serebrum atau penglihatan lainnya -         Nyeri epigastrium menetap

  1. Eklampsia

Kejang yang tidak disebabkan oleh hal lain pada seorang wanita dengan preeklampsia

  1. Pre eklampsia pada hipertensi kronik (superimposed preeklampsia)

-         Proteinuria awitan baru ¡Ý 300 mg/24 jam pada wanita pengidap hipertensi tapi tanpa proteinuria sebelum gestasi 20 minggu -         Terjadi atau tekanan darah atau hitung trombosit < 100000/mm3 secara peningkatan proteinuria mendadak pada wanita dengan hipertensi dan proteinuria sebelum gestasi 20 minggu

  1. Hipertensi kronik

-         TD ¡Ý 140/90 mmHg sebelum kehamilan atau didiagnosis sebelum gestasi 20 minggu -         Hipertensi yang pertama kali di diagnosa setelah gestasi 20 minggu dan menetap setelah 12 minggu postpartum.   Etiologi Semua teori yang menjelaskan tentang preeklampsia harus dapat menjelaskan pengamatan bahwa hipertensi pada kehamilan jauh lebih besar kemungkinannya timbul pada wanita yang :

  1. Terpajan ke villus korion pertama kali
  2. Terpajan ke villus korion daalam jumlah yang sangat besar
  3. Sudah mengidap penyakit vascular
  4. Secara genetik rentan terhadap hipertensi yang timbul saat hamil

Menurut Sibai (2003) terdapat beberapa penyebab potensial, yaitu :

  1. Invasi trophoblas abnormal

Tidak seperti pada implantasi normal, pada preeklampsia tropoblas mengalami invasi inkomplet

  1. Faktor imunologis

Resiko gangguan hipertensi meningkat cukup besar pada keadaan-keadaan ketika pembentukan antibodi penghambat terhadap tempat-tempat antigenic diplasenta mungkin terganggu

  1. Maladaptasi maternal terhadap perubahan kardiovaskular  dan peradangan dari kehamilan normal

Dalam berbagai cara diperlihatkan bahwa peradangan akan  di ikuti oleh lepasnya mediator/agen yang dapat memicu kerusakan endotel

  1. Faktor nutrisi.

Sejumlah defisiensi atau berlebihnya kandungan dalam diet seperti protein, urin dan lemak dianggap berperan pada terjadinya preeklampsia.

  1. Faktor genetik.

Kecenderungan mengidap preeklampsia.eklampsia. Cooper dan Liston (1979) meneliti adanya kerentanan   preeklampsia. Bergantung pada sebuah gen resesif.   Patogenesis 1)      Vasospasme Konsep Vasospasme diajukan oleh Volhard berdasarkan pengamatan langsung pada pembuluh darah kecil pada dasar kuku, fundus okuli dan konjungtiva bulbi. Konstriksi vaskular menyebabkan tahanan dan selanjutnya menimbulkan hipertensi. 2)      Aktivasi sel endotel Dalam hal ini faktor yang disekresikan ke dalam sirkulasi ibu yang kemungkinan besar berasal dari plasenta menyebabkan aktivasi dan disfungsi vascular endothelium.. sindrom klinis preeklampsia diperkirakan karena perubahan sel endotel yang luas. 3)      Peningkatan respon pressor,  inhibisi nitrik oksida sintesa dll   Vasospasme adalah dasar patofisiologi preeklampsia-eklampsia. Konstriksi vaskular menyebabkan resistensi aliran darah dan menjadi penyebab hipertensi arterial. Besar kemungkinan bahwa vasospasme itu sendiri menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah. Selain itu angiotensin II menyebabkan sel endotel berkontraksi. Perubahan-perubahan ini mungkin menyebabkan kerusakan sel endotel dan kebocoran di celah-celah sel endotel. Kebocoran ini menyebabkan konstituen darah mengendap di sub endotel.

Faulty  Placentationa
Genetic, immunologic, or  inflammatory factors
Maternal vaseascular disease
Excessive trophoblast
Reduced uteroplacenal perfusion
Endotthelial acivation
Vasoactive agents : Prostaglandins Nitric oxide Endothelins
Noxious agents : Cytokines Lipid peroxidases
Vasospasm
Capillary leak
Activation of coagulation
Edema
Hemo-concentration
Proteinuria
Thrombocytopenia
Oliguria
Hyper-tension
Liver ischemia
Seizures
Abruption
Gambar: Pertimbangan patofisiologis terjadi gangguan hipertensi akibat kehamilan

Patologi

  1. Perubahan kardiovaskular

Gangguan fungsi kardiovaskular pada dasarnya berkaitan dengan meningkatnya afterload jantung akibat hipertensi. Selain itu terdapat perubahan hemodinamik, perubahan volume darah berupa hemokonsentrasi.

  1. Perubahan hematologis

Pembekuan darah terganggu waktu trombin menjadi memanjang. Yang paling khas adalah trombositopdan gangguan faktor pembekuan lain seperti menurunnya kadar antitrombin III

  1. Perubahan Endokrin dan metabolik

Selama kehamilan normal kadar rennin, angiotensin II, dan aldosteron dalam plasma meningkat. Penyakit hipertensi akibat kehamilan menyebabkan kadar zat ini menurun

1.Ginjal

Pada sebagian besar wanita dengan preeklampsia, penurunan laju filtrasi glomerulus tampaknya terjadi akibat berkurangnya volume plasma sehingga kadar kreatinin plasma hampir dua kali lipat disbanding kadar normal selama hamil (0,5 mg/dl). Untuk memastikan diagnosis preeklampsia harus ada proteinuria. Seperti pada glomerulopati lainnya terdapat peningkatan permeabilitas terhadap sebagian besar protein dengan berat molekul tinggi. Sebagian besar penelitian biopsy ginjal menunjukkan pembengkakan endotel kapiler glomerulus yang disebut endoteliosis kapiler glomerulus

    1. Hati

Nekrosis hemoragik periporta dibagian perifer lobulus hepar kemungkinan besar merupakan penyebab meningkatnya kadar enzim hati dalam serum. Keterlibatan hepar pada preeklampsia-eklampsia adalah hal yang serius dan sering disertai oleh keterlibatan organ lain seperti ginjal dan otak, bersama dengan hemolisis dan trombositopenia, keadaan ini sering disebut sebagai sindrom HELLP ¨C Hemolisis, Elevated Liver enzyme dan Low plateled.

    1. Otak

Lesi ini sering karena pecahnya pembuluh darah otak akibat hipertensi. Kelainan radiologis otak dapat diperlihatkan dengan CT-Scan atau MRI. Otak dapat mengalami edema vasogenik dan hipoperfusi. Pemeriksaan EEG juga memperlihatkan adanya kelainan EEG terutama setelah kejang yang dapat bertahan dalam jangka waktu seminggu.

  1. Perubahan perfusi uteroplasenta.

Gangguan perfusi plasenta akibat vasospasme hampir dapt dipastikan sebagai penyebab utama meningkatnya morbiditas dan mortalitas perinatal yang menyertai preeklampsia. Upaya untuk mengukur aliran darah  plasenta dan ibu hamil sulit dilakukan karena sulitnya akses ke plasenta dan tidak memungkinkan penggunaan beberapa teknik penelitian untuk diterapkan pada manusia. Prediksi dan pencegahan Prediksi Berbagai penanda biokimia dan biofisik ¨C yang terutama didasarkan pada keterlibatan yang logis dalam patologi dan patofisiologi gangguan hipertensi pada kehamilan diduga dapat dipergunakan untuk meramalkan timbulnya preeklampsia pada kehamilan tahap lanjut. Peningkatana tekanan darah pada uji angiotensin II dan uji berguling mencirikan kemungkinan terjadinya preeklampsia lebih besar.   Pencegahan Biasanya usaha-usaha ini mencakup manipulasi diet dan usaha farmakologis untuk memodifikasi mekanisme patofisiologis yang diperkirakan berkaitan dengan preeklampsia. Usaha uasaha yang dilakukan termasuk pembatasan konsumsi garam, pemberian aspirin dosis rendah dan anti oksidan. Usaha sering tidak berpengaruh bahkan jika dibandingkan dengan pemberian placebo.   Penatalaksanaan Tujuan dasar penatalaksanaan untuk setiap kehamilan dengan penyulit preeklampsia adalah :

  1. Terminasi kehamilan dengan trauma sekecil mungkin bagi ibu dan bayinya
  2. Lahirnya bayi yang kemudian dapat berkembang.
  3. Pemulihan sempurna kesehatan ibu.

Deteksi prenatal dini. Secara tradisional waktu pemeriksaan perinatal dijadwalkan setiap 4 minggu sampai usia kehamilan 28 minggu, kemudian setiap 2 minggu sampai usia kehamilan 36 minggu. Peningkatan kunjungan prenatal selama trimester terakhir memungkinkan kita mendeteksi dini pre eklampsia.   Penatalaksanaan di Rumah sakit. Rawat inap dipertimbangkan, paling tidak pada awalnya. Evaluasi sistematik dilakukan mencakup :

  1. Pemeriksaan terinci diikuti pemantauan setiap hari untuk mencari temuan-temuan klinis seperti nyeri kepala, gangguan penglihatan, nyeri epigastrium  dan pertambahan berat badan
  2. Berat badan saat masuk dan kemudian setiap hari
  3. Analisis proteinuria saat masuk dan kemudian paling tidak setiap 2 hari
  4. Pengukuran tekanan darah dalam posisi duduk paling tidak setiap 4 jam
  5. Pengukuran kreatinin plasma atau serum, hematokrit, trombosit dan enzim hati
  6. Evaluasi ukuran janin dan volume cairan amnion, baik secara klinis maupun USG

Terminasi kehamilan Pelahiran janin adalah penyembuhan bagi pre eklampsia. Bila janin dicurigai atau diketahui premature penundaan persalinan dengan harapan tambahan beberapa minggu in utero akan menurunkan resiko kematian atau morbiditas serius pda neonatus. Pada preeklampsia yang sedang atau berat yang tidak membaik setelah rawat inap biasanya dianjurkan pelahiran janin   demi kesejahteraan ibu dan janinnya.             Persalinan sebaiknya di induksi dengan oksitosin intravena. Apabila tampaknya induksi persalinan hampir pasti gagal atau upaya induksi persalinan gagal, di indikasi persalinan seksio caesaria untuk kasus-kasus yang lebih parah. Bagi wanita yang kehamilannya menjelang aterm dengan servik lunak dan sebagian telah mendatar, bahkan preeklampsia derajat ringan pun menimbulkan resiko yang besar pada ibu dan janin-bayi daripada resiko induksi persalinan yang dipantau ketat.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Flickr Photos

More Photos
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: